Jumat, 13 Januari 2017

Mati Listrik apa Mati Lampu Sih?

Mati Listrik apa Mati Lampu Sih? Kita pasti sering banget ketemu orang atau temen yang bikin status di jejaring sosial "Ah mati lampu, gak asik nih" atau "issh, ko mati listrik sih?". Banyak banget orang yang bilang mati lampu jika PLN memadamkan listrik dan ada juga yang bilang mati listrik.

Penggunaan kedua kata tersebut membuat saya mempertanyakan bentuk kata mana sih yang benar dari kedua kata itu atau kedua kata tersebut sama-sama boleh digunakan? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata lampu adalah alat untuk menerangi, contoh : "Gw hari ini kagak mandi bray, lampu di kamar mandi gw mati. Gw takut gelaaap!". *CMIIW

Kata listrik berarti daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh pergesekan atau melalui proses kimia, yang dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin. Contohnya : "Gw ga jadi mandi lagi bray, kamar mandi gw aliran listriknya putus". *CMIIW

Jika berdasarkan logika, arti dari "mati lampu" itu sendiri adalah "semua lampu mati". Yang artinya, benda yang lain (barang elektronik, seperti televisi, radio, kulkas, dsb.) masih menyala, sedangkan arti dari "mati listrik" adalah "semua barang elektronik mati". Agak aneh juga sih jika kita mengatakan mati lampu di saat semua lampu dan barang-barang elektronik lain juga mati.


Seharusnya kita mengatakan mati listrik, bukan mati lampu. Karena kata mati listrik sendiri menyatakan semua lampu dan barang-barang elektronik lainnya mati, dan kata mati lampu menyatakan bahwa hanya lampu saja yang mati.


Kesalahan ini sudah ada sejak dari dulu. Saat listrik mati (mati listrik) banyak yang mengatakan lampu mati (mati lampu), padahal itu salah. Seperti halnya dengan masak nasi, yang selama ini digunakan untuk mengatakan memasak beras. 

Arti kata "masak" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sudah matang dan sudah waktunya untuk diangkat, seperti dalam kalimat: Nasi sudah masak, makanlah dulu. Sedangkan arti kata nasi adalah beras yang sudah dimasak, seperti dalam kalimat: Ia tidak mau makan nasi. Jadi, seharusnya kita mengatakan memasak beras. *CMIIW

Kenapa bisa begitu? Karena salah satu fungsi imbuhan me- adalah membentuk kata kerja. Imbuhan me- +masak menjadi memasak (verba) yang artinya membuat (mengolah) panganan, makanan, dll. Beras artinya padi yang telah terkelupas kulitnya (yang menjadi nasi setelah ditanak).

Jadi, seharusnya kita mengatakan memasak beras bukannya masak nasi, karena jika kita menggunakan kata masak yang artinya matang dan nasi yang artinya beras yang sudah dimasak maka arti kata masak nasi tersebut tidaklah sama dengan memasak beras. Kata memasak beras artinya beras tersebut dimasak hingga menjadi nasi, sedangkan kata masak nasi, artinya nasi yang telah matang (nasi sudah matang kok dimasak lagi? hehehe).

Mohon koreksinya, jika ada kesalahan kata dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

Referensi : KBBI Kemdikbud | KBBI


0 comments:

Posting Komentar