Jumat, 21 April 2017

Pacar, Sahabat, Atau Hanya Sebatas Teman?

Ok, pembahasan kali ini tidak jauh - jauh dari pengalaman pribadi saya dan sahabat saya. Dimana banyak diantara pertemanan laki - laki dan perempuan yang berakhir dengan kata "CINTA" antara kekasih, dan bukan lagi sekedar "CINTA" antara sahabat. Namun, tak banyak juga pertemanan yang berakhir dengan cinta dan permusuhan. Lalu, siapa yang harus disalahkan? Pihak laki - laki atau si perempuankah? Pertemanan atau keegoisan hati?



Mungkin agak sulit untuk menjawab pertanyaan itu, terkadang semua mengalir begitu saja layaknya air yang mengalir. Pertemanan yang cukup lama, kebiasaan bego dan konyol yang biasa dilakukan bersama, canda tawa dan suka duka itu akan berakhir pada kecemburuan. Cemburu karena merasa terlalu memiliki atau mungkin cemburu karena takut tidak ada yang memperhatikan lagi, ya itu mungkin saja.

Tidak dapat dipungkiri juga kenapa dalam sebuah pertemanan yang amat sangat dekat sesungguhnya memiliki konflik yang amat sangat besar juga dalam masalah "HATI" dan akan berdampak buruk pada suatu hubungan (pertemanan antara laki - laki dan perempuan).

Tidak jarang juga kita tidak dapat membedakan status kita sendiri, pacarkah?, sahabatkah?, atau hanya sebatas teman? Karena dalam sebuah pertemanan, ada kalanya kita merasa dia memperhatikan kita lebih. Namun nyatanya itu tidak lebih dari sekedar "SAHABAT" atau "TEMAN" saja.

Apa yang harus kita lakukan?
  • Belajar untuk tidak egois terhadap masalah hati dalam sebuah pertemanan.
  • Belajar untuk menerima status dan batas pertemanan.
  • Belajar untuk merelakan, karna mereka juga memiliki impian yang sama seperti orang lain.
Bukankah menyakitkan jika kita menggenggamnya terlalu erat? Kedewasaan bukan karna umur, tapi lebih kepada pola pikir kita sendiri! *CMIIW

0 comments:

Posting Komentar